Mana mungkin bisa?
Sudah beberapa hari ini saya selalu mendapat komentar dari rekan kerja yang entah apa alasannya selalu bilang “waspada sama orang”. kata – kata itu selalu saja terucap tatkala saya sedang mulai mendapatkan teman baru. Ya entah itu dapat teman dari Facebook atau sekedar Call ke handphone saya. Tapi apa yang saya dapatkan kata – kata itu tadi.
Sehingga saya mulai berpikir, memang benar. saya setuju kita harus waspada terhadap siapapun, siapapun yang belum atau baru kita kenal.Okelah, dia beranggapan bahwa itu adalah sebuah wejangan yang “mungkin” dia pernah merasakan dihianati atau diacuhkan oleh orang yang dia percayai. Tapi, saya bukanlah tipe orang yang secara menyeluruh menghabisi seseorang dengan sebuah prasangka yang masih belum tentu benar.
Benar juga apa yang saya peroleh dari sharing kemaren malam. Bahwa orang terutama di Indonesia 95% adalah menyimpulkan. Dalam artian kita jarang mengolah, mencermati, meneliti, menelaah, mencoba menggali apa yang sebenarnya dengan sesuatu yang baru bahkan asing bagi kita. Dan 5% adalah orang yang mau mencermati dan mempunyai sugesti bahwa sebelum kenal betul kita haram, haram untuk menghabisi seseorang dengan kata – kata atau “kesimpulan” yang tidak atau barangkali belum tentu sepenuhnya benar.
Bagi saya pribadi tidak suka menilai seseorang dari awal pertemuan. Okelah ada sebagian mengatakan sikap pada pandangan pertama adalah cerminan kehidupan dia. Tapi bagi saya sebelum saya menelaah lebih lanjut haram untuk menghabisi seseorang dengan kesimpulan yang belum tentu benar.
Jadi, jika saya mendapat sebuah kata – kata seperti itu, serasa bukanlah cerminan hidup saya. Dan bertentangan dengan jiwa dan nurani saya.jadi sulit untuk saya cepat menyimpulkan seseorang dengan dugaan yang belum tentu benar.
Memang ada kalanya kita harus waspada, namun apakah pantas jika hanya melihat seseorang pada pandangan pertama?apakah layak menyimpulkan seseorang karena dia belum kita kenal betul?
Waspada = curiga = Negatif Thinking
jadi ketiga kata di atas saling berhubungan bukan lagi menggunakan atau sebagai kata penghubung. Tetapi dengan menggunakan penghubung sama dengan akan diperoleh kesimpulan: Waspada akan memunculkan Curiga. Jika kita terlampau curiga yang muncul adalah Selalu berpikir negatif dengan hal yang belum kita telaah dengan baik.
No comments:
Post a Comment