Masih ingat tragedi 911 yang mencoreng muka negara Adi Daya USA, meluluh lantakkan gedung WTC. Dua pesawat komersial menghantam gedung WTC dan dalam sekejap hilang tak berbekas, AMERICAN 11, AMERICAN 77, UNITED 175 dan UNITED 93 (kalo saya tidak salah menyebutkan) beberapa pesawat terbang komersil yang merupakan "Pemain" dalam tragedi tersebut.
Setelah saya menonton sebuah film yang mengingatkan akan tragedi 911 tersebut, kalo tidak salah berjudul UNITED 93 yang merupakan salah satu “pemain” tragedi 911, berhasil dibajak oleh “teroris”. Kejadian yang menurut akal sehat “tidak mungkin” bagi Negara Adi Daya USA, karena mereka tanpa celah memproklamirkan sebagai Negara yang paling canggih sistem keamanannya seantero jagat.
UNITED 93 pesawat yang rencananya akan ditujukkan ke White House tidak berhasil sampai ke tujuan, karena dalam Film tersebut diceritakan ada perlawanan dari penumpang pesawat UNITED 93, penumpang berhasil masuk ke kokpit untuk melumpuhkan sang “teroris”. Tapi kemudian si “teroris” yang masih memegang kemudi pesawat menjatuhkannya sebelum sampai ke tujuan.
Saya hanya ingin menghubungkan kasus tersebut dengan berita yang sedang heboh di negeri ini, yaitu pembobolan atau pencurian secara misterius uang sejumlah nasabah bank BCA Bali. Uang yang secara mengejutkan hilang tanpa bekas dari rekening si empunya, tanpa diketahui siapa pelakunya.
Jika kita melihat kejadian di negeri sang jawara teknologi saja bisa dengan mudah para “teroris” melakukan “hijack” terhadap sistem yang ada, apalagi di negeri ini yang masih minim sekali memperhatikan ranah teknologi informasi. When The Our Sistem has been Hijacked!! Merupakan idiom yang tepat menggambarkan betapa baru terasa saat sebuah serangan pembajakkan terhadap sistem milik kita terjadi. Semua orang panic dan bingung apa yang harus dilakukan.
Orang – orang IT punya sebuah prinsip yang sangat fundamental bahwa “Tidak ada sistem yang aman di dunia ini”, sepertinya otoritas kita masih belum bisa memaknai prinsip ini. Prinsip yang sering membawa angina segar bagi para “Craked” dan membawa bencana bagi para “Adminitrator” sistem.
When The Our Sistem has been Hijacked!! Seharusnya tidak terjadi jika kita sudah sejak awal memperhatikan hal yang kecil, sedini mungkin berusaha menutup celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh para “Cracked”. USA yang secara sistem keamanan merupakan jagoan d imuka bumi pun masih kecolongan oleh para “Hijacked” (pembajak) dengan memanfaatkan celah yang kurang sekali diperhatikan oleh otoritas keamanan di negeri itu.
Apakah negeri kita ini masih mau kecolongan dengan sebuah celah keamanan sistem yang kurang sekali kita perhatikan?. Kecerobohan yang kembali lagi merugikan rakyatnya. Saran saya mulailah menggandeng para orang IT professional dan sudah berpengalaman untuk mengantisipasi serangan “Cracker” sedini mungkin. Saya ingin sekali di negeri ini ada badan yang merupakan gabungan dari DEPKOMINFO sebagai otoritas Teknologi Informasi dan DEPHAN sebagai otoritas pertahanan Negara(Militer) dan dikasih nama National Cyber Security(NCS). Meskipun sudah ada undang – undang tentang TI, saya rasa masih kurang tanpa ada sebuah badan yang serius mengangani masalah Cyber Security. Mudah – mudahan pengalaman nasabah Bank BCA menjadikan bangsa ini lebih baik dalam hal masalah keamanan sistem teknologi.Amin.
No comments:
Post a Comment